PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) menyediakan 400 beasiswa Bidik Misi (BM) bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2011/2012. Bantuan pendidikan ini akan diberikan kepada mahasiswa yang memiliki potensi dan prestasi akademik, namun kurang mampu secara ekonomi.
Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Sagaff mengatakan, melalui beasiswa ini setiap mahasiswa terpilih akan menerima bantuan Rp600 ribu per bulan. Secara rinci, dari jumlah tersebut Rp150 ribu digunakan untuk biaya asrama, Rp350 ribu biaya makan, dan Rp100 ribu untuk kredit laptop. Sesuai ketentuannya, beasiswa ini akan diberikan selama delapan semester, terhitung sejak mahasiswa yang bersangkutan diterima dan memulai kegiatan akademik di Unsri.
Di luar bantuan ini, mahasiswa yang bersangkutan juga akan dibebaskan dari SPP dan biaya pendidikan lainnya. “Tahun lalu, bantuan per bulan hanya sebesar Rp500 ribu. Namun, untuk tahun ini naik menjadi Rp600 ribu, sebagai biaya tambahan untuk kepemilikan laptop,” ujar Anis kepada Seputar Indonesia di Palembang, kemarin.
Menurut Anis, laptop ataupun notebook menjadi penting dimiliki oleh setiap mahasiswa. Sebab, saat ini proses belajar mengajar telah dilakukan dengan metode yang lebih cepat dan efisien melalui bantuan teknologi. Seiring dengan itu, Unsri sebagai universitas terbaik di Sumsel juga telah melengkapi setiap sudut kampusnya dengan fasilitas hot spot. Sehingga, setiap mahasiswa bisa mengakses internet di mana pun dan kapan pun.
“Pemerintah dan Unsri telah mencoba memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan yang sama. Tak terkecuali bagi mereka yang datang dari keluarga kurang mampu. Diharapkan bantuan laptop ini dapat menunjang prestasi belajar mahasiswa,” papar Anis.
Anis mengungkapkan, untuk dapat mengikuti program BM, setiap sekolah merekomendasikan siswa-siswinya yang berprestasi. Selanjutnya,melakukan pendaftaran langsung secara online melalui laman www.bidikmisi.dikti.go.id, dan mengirimkan berkas yang memenuhi syarat secara kolektif kepada Rektor Unsri. Berkas yang dikirim harus disertai dengan sejumlah syarat-syarat administratif lainnya, seperti fotokopi rapor semester 1-5, ijazah, nilai ujian akhir, rekening listrik, PBB dan lain-lain. “Semua pendaftaran yang difasilitasi oleh Unsri dan akan diseleksi secara khusus oleh panitia,”paparnya.
Purek I Unsri Zulkifli Dahlan menambahkan, rekomendasi untuk beasiswa BM ini dapat diikuti oleh sekolah dengan akreditasi A, B, dan C. Namun, sesuai dengan mekanismenya, untuk sekolah dengan akreditasi A reguler dapat mendaftarkan 50 persen siswanya; sekolah dengan akreditasi B mendapat jatah 25 persen; dan sekolah dengan akreditasi C memiliki kuota 10 persen.
“Siswa yang diusulkan adalah peringkat 10 besar di kelas. Namun, bila ada siswa yang menolak, maka kuota tetap dikosongkan. Misalnya peringkat 11, 12, dan seterusnya tidak bisa menggantikan,” ucap dia. (febria astuti/sindo) (rfa)(//rhs)
Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Sagaff mengatakan, melalui beasiswa ini setiap mahasiswa terpilih akan menerima bantuan Rp600 ribu per bulan. Secara rinci, dari jumlah tersebut Rp150 ribu digunakan untuk biaya asrama, Rp350 ribu biaya makan, dan Rp100 ribu untuk kredit laptop. Sesuai ketentuannya, beasiswa ini akan diberikan selama delapan semester, terhitung sejak mahasiswa yang bersangkutan diterima dan memulai kegiatan akademik di Unsri.
Di luar bantuan ini, mahasiswa yang bersangkutan juga akan dibebaskan dari SPP dan biaya pendidikan lainnya. “Tahun lalu, bantuan per bulan hanya sebesar Rp500 ribu. Namun, untuk tahun ini naik menjadi Rp600 ribu, sebagai biaya tambahan untuk kepemilikan laptop,” ujar Anis kepada Seputar Indonesia di Palembang, kemarin.
Menurut Anis, laptop ataupun notebook menjadi penting dimiliki oleh setiap mahasiswa. Sebab, saat ini proses belajar mengajar telah dilakukan dengan metode yang lebih cepat dan efisien melalui bantuan teknologi. Seiring dengan itu, Unsri sebagai universitas terbaik di Sumsel juga telah melengkapi setiap sudut kampusnya dengan fasilitas hot spot. Sehingga, setiap mahasiswa bisa mengakses internet di mana pun dan kapan pun.
“Pemerintah dan Unsri telah mencoba memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan yang sama. Tak terkecuali bagi mereka yang datang dari keluarga kurang mampu. Diharapkan bantuan laptop ini dapat menunjang prestasi belajar mahasiswa,” papar Anis.
Anis mengungkapkan, untuk dapat mengikuti program BM, setiap sekolah merekomendasikan siswa-siswinya yang berprestasi. Selanjutnya,melakukan pendaftaran langsung secara online melalui laman www.bidikmisi.dikti.go.id, dan mengirimkan berkas yang memenuhi syarat secara kolektif kepada Rektor Unsri. Berkas yang dikirim harus disertai dengan sejumlah syarat-syarat administratif lainnya, seperti fotokopi rapor semester 1-5, ijazah, nilai ujian akhir, rekening listrik, PBB dan lain-lain. “Semua pendaftaran yang difasilitasi oleh Unsri dan akan diseleksi secara khusus oleh panitia,”paparnya.
Purek I Unsri Zulkifli Dahlan menambahkan, rekomendasi untuk beasiswa BM ini dapat diikuti oleh sekolah dengan akreditasi A, B, dan C. Namun, sesuai dengan mekanismenya, untuk sekolah dengan akreditasi A reguler dapat mendaftarkan 50 persen siswanya; sekolah dengan akreditasi B mendapat jatah 25 persen; dan sekolah dengan akreditasi C memiliki kuota 10 persen.
“Siswa yang diusulkan adalah peringkat 10 besar di kelas. Namun, bila ada siswa yang menolak, maka kuota tetap dikosongkan. Misalnya peringkat 11, 12, dan seterusnya tidak bisa menggantikan,” ucap dia. (febria astuti/sindo) (rfa)(//rhs)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar